
Markus Watipo; Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Keahlian dan Inovasi di Manokwari, Senin(31/3/25)
Markus Watipo; Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Keahlian dan Inovasi
Manokwari,BeritaJoin.com – Markus Wetipo, pemuda asal Jayawijaya, membuktikan bahwa kemandirian ekonomi dapat diraih dengan tekad, keahlian, dan inovasi. Lulusan Fakultas Peternakan Universitas Papua (UNIPA) ini sukses menjalankan Bengkel Isagal Teknik serta bisnis produksi pakan ternak di Manokwari. Sejak Maret 2023, usahanya tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar.
Dari Keahlian Otomotif ke Usaha Bengkel
Markus mendirikan Bengkel Isagal Teknik dengan spesialisasi perbaikan kendaraan bermotor serta layanan teknis lainnya. Sejak duduk di bangku SMA, ia sudah memiliki pengalaman di bidang otomotif. Setelah lulus, ia mengasah keahliannya selama dua tahun sebelum melanjutkan studi di UNIPA pada tahun 2018.
“Ketika kuliah, saya melihat bahwa usaha di sektor otomotif masih minim di kalangan anak-anak Papua. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk memulai usaha sendiri,” ujar Markus,Senin (31/3/2025)
,

Dengan modal terbatas, ia membeli peralatan sedikit demi sedikit hingga akhirnya membuka bengkel sederhana. Meski sempat kesulitan menarik pelanggan, Markus tetap gigih menjalankan usahanya.
Saat ini, Bengkel Isagal Teknik beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 hingga 19.00, bahkan lembur jika diperlukan. Adiknya yang masih kuliah juga turut membantu menjalankan usaha ini.
Layanan Bengkel Isagal Teknik:
Servis mesin 2-tak dan 4-tak (motor)
Tambal ban (tubeless dan biasa)
Reparasi mesin cuci
Las tralis
Perbaikan mesin babat rumput
Pengecasan aki
Pembuatan tralis pintu
Mengembangkan Produksi Pakan Ternak Lokal
Selain bengkel, Markus juga mengembangkan produksi pakan ternak berbasis bahan lokal dengan inovasi alat pertanian dan peternakan. Produksi ini dimulai pada Februari 2025 di Amban Pante, dengan dua karyawan yang merupakan teman seangkatannya dari UNIPA.
Jenis alat produksi yang dikembangkan:
Alat pelet pakan konsentrat
Alat penggiling
Alat pemalut sagu
Jenis pakan yang diproduksi:
Pakan ayam petelur
Pakan ayam pedaging
Pakan itik
Pakan ternak babi
“Sampel pakan kami sudah dikirim ke Surabaya untuk diuji di laboratorium. Saat ini kami masih dalam tahap pengembangan dan meningkatkan kapasitas produksi,” kata Markus.
Harga Pakan Ternak:
Karung 50 kg: Rp 400.000
Karung 20 kg: Rp 170.000
Per kg: Rp 10.000
Markus menargetkan peningkatan produksi setelah Lebaran karena permintaan yang terus meningkat.
Visi Masa Depan: Mengembangkan Usaha Lebih Luas
Markus berencana untuk terus memperluas usahanya dengan membuka bengkel mobil, meningkatkan produksi pakan ternak, dan mendirikan kios kecil sebagai sumber pendapatan tambahan.
“Saya membuka kios kecil agar bisa menambah modal usaha. Mengandalkan bengkel dan produksi pakan saja terkadang sulit. Dengan adanya kios, saya bisa mengelola hasil usaha dengan lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Markus, pendidikan bukan hanya soal mendapatkan ijazah, tetapi juga membuka wawasan dan pola pikir.
“Kita, generasi muda Papua, harus bisa bersaing di berbagai sektor, terutama dalam berwirausaha sesuai dengan potensi yang kita miliki. Negeri kita kaya akan peluang, tinggal bagaimana kita mengambil dan mengembangkannya,” tutupnya.
Dengan semangat dan kegigihannya, Markus Wetipo menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Papua untuk berani memulai usaha dan mandiri secara ekonomi.[JLS]