
Manokwari, BeritaJoin.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam pernyataan dukungan terhadap Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Provinsi Papua yang disampaikan oleh BEM Nusantara (BEMNUS) Papua.
Dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat BEM UNIPA, Ketua BEM UNIPA, Yenuson Rumaikeuw, menegaskan bahwa pihaknya tidak ikut serta dalam sikap politik yang diambil oleh BEMNUS Papua, terutama terkait dukungan terhadap perpanjangan pendaftaran calon Wakil Gubernur Papua untuk PSU.

“Kami, BEM UNIPA, berada di bawah koordinasi Papua Barat, sementara pernyataan yang beredar berasal dari BEM Nus Papua di bawah Universitas Cenderawasih (Uncen) yang berlokasi di Provinsi Papua. Dengan demikian, kami tegaskan bahwa BEM UNIPA tidak terlibat dalam pernyataan tersebut,” ujar Yenuson dalam wawancara pada Minggu,[23/3/2025].
Ia terangkan bahwa BEMNUS terdiri dari Kordinator pusat wilayah Papua dan Papua barat, yang mana BEMnus Papua yang merilis berita tersebut sedangkan BEMnus bagian Papua Barat tidak termasuk karena berbeda provinsi.
Pegang Teguh Prinsip Independensi
Yenuson menambahkan bahwa BEM UNIPA berpegang teguh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang menegaskan independensi dalam menyikapi berbagai isu, termasuk persoalan politik. BEM UNIPA, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan masyarakat Papua secara luas tanpa terlibat dalam agenda politik praktis.
> “Kami tunduk pada AD/ART organisasi dan menjunjung tinggi moto UNIPA yang memprioritaskan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Oleh karena itu, BEM UNIPA tidak akan terlibat atau mendukung kepentingan kelompok politik mana pun,” tegasnya.
Fokus pada Akademik dan Kesejahteraan Mahasiswa
Melalui klarifikasi ini, BEM UNIPA berharap publik tidak keliru dalam memahami posisi mereka terkait isu PSU di Papua. Mereka menegaskan bahwa fokus utama organisasi adalah memperjuangkan hak-hak mahasiswa, meningkatkan kualitas pendidikan, serta berperan aktif dalam isu sosial yang berdampak langsung pada masyarakat Papua.
> “BEM UNIPA akan terus bersikap kritis dan independen dalam menyikapi berbagai persoalan yang menyangkut hak masyarakat Papua, tetapi kami tidak akan ikut campur dalam isu-isu politik sektoral atau kepentingan partai tertentu,” tutup Yenuson.
Dengan sikap tegas ini, BEM UNIPA kembali menegaskan komitmen mereka untuk menjaga netralitas organisasi, mengedepankan aspirasi mahasiswa, dan tetap fokus pada pembangunan akademik serta kesejahteraan masyarakat Papua.[JlS]